KENDARI —Tugas kuliah tidak seharusnya berhenti setelah dikumpulkan dan dinilai dosen. Di balik tugas, hasil penelitian, dan berbagai pengalaman akademik mahasiswa, tersimpan gagasan yang dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah dan dibaca oleh masyarakat yang lebih luas. Semangat inilah yang didorong oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) melalui kegiatan “Sosialisasi Inovatif Penulisan Artikel Ilmiah untuk Membangun Budaya Publikasi Mahasiswa Penjaskesrek FKIP UHO.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi ilmiah sekaligus menumbuhkan budaya menulis dan publikasi di kalangan mahasiswa. Bagi mahasiswa, menulis artikel ilmiah sering kali dianggap sebagai sesuatu yang sulit. Menentukan judul, menemukan permasalahan, mencari referensi, menyusun pembahasan, melakukan sitasi, hingga memilih jurnal yang sesuai menjadi sejumlah tantangan yang tidak selalu mudah dihadapi tanpa pendampingan. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diajak mengubah cara pandang tersebut. Menulis artikel ilmiah tidak harus selalu dimulai dari penelitian yang besar. Tugas kuliah, hasil observasi, pengalaman praktik, penelitian sederhana, hingga persoalan olahraga yang ditemukan di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide untuk sebuah karya ilmiah.
Ketua tim kegiatan, Dr. La Sawali, S.Pd., M.Kes. (NIDN 0008127303), mengatakan bahwa budaya publikasi perlu dibangun sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.
“Mahasiswa sebenarnya memiliki banyak ide dan pengalaman akademik yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Tantangannya adalah bagaimana mengubah ide tersebut menjadi tulisan yang sistematis, memiliki dasar ilmiah, dan layak dipublikasikan,” ujar Dr. La Sawali.
Menurutnya, kemampuan menulis tidak dapat diperoleh hanya dengan membaca teori. Mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk berlatih, mendapatkan umpan balik, melakukan perbaikan, dan mencoba kembali hingga terbentuk kebiasaan menulis. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai tahapan penulisan artikel ilmiah. Materi dimulai dari bagaimana menemukan ide dan menentukan topik yang menarik, merumuskan masalah, menyusun judul, mencari sumber referensi yang relevan, hingga membangun struktur artikel secara sistematis.
Mahasiswa juga diarahkan memahami bagian-bagian penting dalam artikel ilmiah, mulai dari pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, hingga daftar pustaka. Tidak berhenti pada teori, proses pendampingan juga diarahkan agar mahasiswa memahami bagaimana sebuah naskah dapat dipersiapkan untuk publikasi pada jurnal ilmiah. Hal yang tidak kalah penting adalah pengenalan terhadap etika penulisan akademik, penggunaan sumber secara bertanggung jawab, teknik sitasi, serta pentingnya menghindari plagiarisme. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya didorong untuk menghasilkan tulisan, tetapi juga memahami bahwa publikasi ilmiah harus dibangun berdasarkan integritas akademik.
Bidang pendidikan jasmani dan olahraga memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah. Aktivitas fisik, kebugaran jasmani, pembelajaran pendidikan jasmani, kepelatihan, permainan tradisional, olahraga prestasi, kesehatan, hingga aktivitas rekreasi dapat menjadi sumber ide penelitian dan penulisan. Karena itu, mahasiswa Penjaskesrek didorong untuk lebih peka terhadap berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekolah, klub olahraga, masyarakat, maupun dalam proses pembelajaran. Sebuah persoalan sederhana, apabila diamati secara kritis dan dikaji menggunakan pendekatan ilmiah, dapat berkembang menjadi sebuah karya yang memiliki manfaat bagi dunia pendidikan dan olahraga.
Prof. Dr. Hasanuddin Jumareng, MS., AIFO, Dr. Muhtar Asshagab, S.Pd., M.Pd, Abdul Saman, S.Pd., M.Pd., AIFO, Heriansyah, S.Pd., M.Pd., AIFO-P, dan Aliasis Maruka, S.Pd., M.Pd., AIFO-P turut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran para dosen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan mendapatkan arahan mengenai berbagai persoalan yang sering muncul dalam proses penulisan artikel ilmiah. Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa budaya publikasi tidak dapat dibangun secara instan. Budaya publikasi lahir dari kebiasaan membaca, berpikir kritis, berdiskusi, meneliti, menulis, memperbaiki tulisan, dan berani mempublikasikan karya. Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak menunggu sampai semester akhir atau menyelesaikan tugas akhir untuk mulai menulis. Semakin awal mahasiswa terbiasa menulis, semakin besar peluang mereka untuk memiliki kemampuan mengolah gagasan secara sistematis dan menyampaikannya dalam bentuk karya ilmiah. Kebiasaan tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kadek Putra Sustiadi (NIM A1F125012) dan Muhammad Akmal Zubair (NIM A1F125018). Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari upaya membangun pengalaman akademik yang lebih aplikatif. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teori penulisan, tetapi juga memperoleh pengalaman memahami proses bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi tulisan ilmiah. Diharapkan, dari proses tersebut akan muncul semakin banyak mahasiswa yang percaya diri untuk menghasilkan karya dan berani memasuki dunia publikasi ilmiah. Bagi Program Studi Penjaskesrek, keberadaan mahasiswa yang aktif menulis dan menghasilkan publikasi juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan program studi.
Tim pelaksana berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi satu kali. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai tugas akademik dan penelitian yang mereka lakukan. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan jasmani, kesehatan, olahraga, dan rekreasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan kapasitas akademik dan pemberdayaan mahasiswa melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian.
Program “Sosialisasi Inovatif Penulisan Artikel Ilmiah untuk Membangun Budaya Publikasi Mahasiswa Penjaskesrek FKIP UHO” dilaksanakan pada 17 Juli 2026 dan dibiayai melalui dana DIPA FKIP Universitas Halu Oleo. Melalui kegiatan ini, FKIP UHO terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya aktif mengikuti perkuliahan, tetapi juga mampu membaca persoalan, menghasilkan gagasan, melakukan kajian, dan menuangkannya dalam karya ilmiah yang bermanfaat. Sebab, dunia akademik tidak hanya membutuhkan mahasiswa yang mampu menjawab soal, tetapi juga mahasiswa yang mampu bertanya, menemukan masalah, menawarkan gagasan, dan membagikan pengetahuannya melalui karya.
Laporan:Edi Junaidi






