FKIP UHO Bekali Mahasiswa Penjaskesrek Kuasa Mendeley untuk Perkuat Integritas Akademik

KENDARI — Bagi mahasiswa, menulis makalah, proposal penelitian, skripsi, maupun artikel ilmiah hampir selalu tidak terlepas dari penggunaan referensi. Namun, banyaknya sumber yang harus dibaca dan dicantumkan sering kali membuat mahasiswa kesulitan mengelola sitasi dan daftar pustaka secara rapi dan konsisten. Persoalan tersebut menjadi perhatian tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) melalui kegiatan “Optimalisasi Penggunaan Mendeley dalam Manajemen Referensi untuk Meningkatkan Integritas Akademik Mahasiswa Penjaskesrek FKIP UHO.”

Kegiatan dilaksanakan pada 13 Juli 2026 dan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengelola sumber ilmiah sekaligus menanamkan kesadaran bahwa ketepatan sitasi merupakan bagian penting dari integritas akademik. Bagi tim pelaksana, kemampuan menggunakan Mendeley bukan semata-mata persoalan mengoperasikan sebuah aplikasi. Lebih jauh, mahasiswa perlu memahami bagaimana menghargai karya ilmiah orang lain melalui pencantuman sumber yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua kegiatan, Jud, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa mahasiswa perlu mulai membangun kebiasaan mengelola referensi dengan baik sejak berada di bangku kuliah.

“Penggunaan Mendeley bukan hanya untuk mempermudah membuat daftar pustaka. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan mahasiswa untuk mencatat, mengutip, dan menggunakan sumber ilmiah secara benar dan bertanggung jawab,” ujar Jud.

Menurutnya, keterampilan tersebut akan sangat membantu mahasiswa ketika memasuki tahap penulisan karya ilmiah yang lebih kompleks. Dengan pengelolaan referensi yang baik, mahasiswa dapat lebih mudah menemukan kembali sumber yang telah digunakan, menyusun sitasi, dan memastikan hubungan antara kutipan dalam teks dengan daftar pustaka. Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa diperkenalkan pada pemanfaatan Mendeley sebagai perangkat manajemen referensi. Mereka mendapatkan pendampingan mengenai cara mengelola artikel dan berbagai sumber ilmiah, mengorganisasi koleksi referensi, memasukkan sumber ke dalam dokumen, serta membuat sitasi dan daftar pustaka secara lebih sistematis.

Mahasiswa juga diberikan pemahaman bahwa referensi yang tersimpan dalam aplikasi tetap harus diperiksa kembali. Informasi seperti nama penulis, judul artikel, tahun terbit, nama jurnal, volume, nomor, dan halaman perlu dipastikan sesuai dengan sumber aslinya. Hal tersebut menjadi penting karena teknologi dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi ketelitian dan tanggung jawab akademik tetap berada pada penulis. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan aplikasi, tetapi juga memahami proses kerja ilmiah yang lebih tertib.

Salah satu pesan utama dalam kegiatan ini adalah bahwa integritas akademik tidak hanya berkaitan dengan persoalan besar seperti plagiarisme. Integritas juga tercermin dari kebiasaan sederhana, seperti mencantumkan sumber ketika menggunakan gagasan orang lain. Ketika sebuah gagasan, data, teori, atau hasil penelitian digunakan dalam tulisan, sumbernya harus diberikan penghargaan melalui sitasi yang sesuai. Penggunaan Mendeley dapat membantu mahasiswa mengurangi berbagai kesalahan teknis dalam proses tersebut. Namun, mahasiswa tetap dituntut memahami sumber yang digunakan dan tidak menyerahkan seluruh proses akademik kepada aplikasi.

Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.Kes., AIFO, Suhartiwi, S.Pd., M.Pd., AIFO, Marsuna, S.Pd., M.Pd, dan La Ode Rusdin, S.Pd., M.Pd. turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Para dosen memberikan pendampingan dan penguatan kepada mahasiswa agar kemampuan manajemen referensi dapat diterapkan dalam berbagai kebutuhan akademik, mulai dari tugas perkuliahan hingga penulisan karya ilmiah.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Sahratun Nur Syariah (NIM A1F125022) dan Nur Naila (NIM A1F125020). Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman akademik yang aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai manfaat Mendeley, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana manajemen referensi dapat mendukung proses penulisan ilmiah mereka. Bagi mahasiswa Penjaskesrek, keterampilan tersebut memiliki manfaat yang luas. Berbagai topik mengenai pendidikan jasmani, olahraga prestasi, kebugaran, kesehatan, aktivitas fisik, kepelatihan, dan rekreasi membutuhkan dukungan literatur yang kuat. Semakin terampil mahasiswa mencari dan mengelola referensi, semakin besar pula peluang mereka menghasilkan karya ilmiah yang sistematis dan berkualitas.

Tim pelaksana berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kemampuan mahasiswa menggunakan Mendeley, tetapi berkembang menjadi kebiasaan akademik yang lebih luas. Mahasiswa diharapkan semakin terbiasa membaca artikel ilmiah, menyimpan referensi secara terorganisasi, mencatat sumber, menggunakan sitasi dengan benar, dan menyusun daftar pustaka secara konsisten. Kebiasaan tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa menyusun proposal penelitian, skripsi, maupun artikel ilmiah untuk dipublikasikan. Dengan demikian, Mendeley dipandang bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan salah satu sarana yang dapat mendukung budaya literasi, ketelitian, transparansi, dan integritas akademik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya upaya FKIP Universitas Halu Oleo dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dan memperkuat budaya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Program “Optimalisasi Penggunaan Mendeley dalam Manajemen Referensi untuk Meningkatkan Integritas Akademik Mahasiswa Penjaskesrek FKIP UHO” dilaksanakan pada 13 Juli 2026 dan dibiayai melalui dana DIPA FKIP Universitas Halu Oleo.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang terampil, tetapi juga menjadi penulis akademik yang teliti dalam menggunakan sumber, jujur dalam menyampaikan gagasan, dan bertanggung jawab terhadap setiap karya yang dihasilkan. Sebab, karya ilmiah yang baik bukan hanya karya yang banyak referensinya, tetapi karya yang menghargai sumber, menjaga kejujuran akademik, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Laporan:Edi Junaidi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *