Gebrakan Teknologi di Sultra, Ismail Suardi Wekke Bawa NASA Space Apps Challenge 2026 ke Konawe Selatan

KONAWE SELATAN – Upaya membawa talenta digital dan inovator lokal ke panggung internasional terus digalakkan. Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi bersiap menjadi salah satu pusat perhelatan ajang internasional bergengsi, NASA International Space Apps Challenge 2026. Rangkaian acara yang mempertemukan para pemecah masalah (problem solver) di bidang teknologi dan sains ini dijadwalkan berlangsung maraton mulai Juni hingga November 2026.

Penunjukan ini menegaskan posisi perguruan tinggi keagamaan di daerah untuk ikut andil dalam ekosistem inovasi global, khususnya dalam pemanfaatan data terbuka (open data) milik NASA.
Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sekaligus Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa ajang ini menjadi jembatan emas bagi generasi muda, khususnya di Sulawesi Tenggara, untuk membuktikan kemampuan mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” kata Ismail saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (12/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa persiapan matang telah dirancang sedemikian rupa agar seluruh ekosistem pendukung dapat berjalan optimal. Pihak panitia lokal menyebutkan bahwa sosialisasi, lokakarya bimbingan, hingga pembentukan tim akan diintensifkan sepanjang bulan Juni hingga Oktober, sebelum memasuki puncak kompetisi atau hackathon global pada November 2026. Menurutnya, fokus utama dari keterlibatan institusinya adalah mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu, di mana sains antariksa dapat dikawinkan dengan solusi humaniora dan lingkungan lokal.

Antusiasme juga datang dari civitas akademika. Pihak rektorat mengonfirmasi bahwa laboratorium komputer dan fasilitas jaringan di IAI Rawa Aopa akan dibuka penuh bagi para peserta yang ingin mengeksplorasi data satelit NASA demi memecahkan masalah bumi dan antariksa. Rangkaian kegiatan yang panjang ini sengaja didesain agar proses inkubasi ide para peserta lokal matang sebelum disubmit ke panel juri internasional.
Ismail Suardi Wekke menegaskan kembali visi besarnya dalam kemitraan global ini guna memastikan dampak jangka panjang bagi daerah.

“Target kami bukan hanya sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegasnya penuh optimisme.
Dengan resminya rangkaian acara yang berjalan dari Juni hingga November 2026 ini, Konawe Selatan siap menjadi saksi lahirnya inovator-inovator baru yang siap bersaing secara global langsung dari beranda Sulawesi Tenggara.

Laporan:Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *