Latihan Rutin dan Terarah Menjadi Fondasi Penting Dalam Membentuk Teknik Serta Mental Atlet Renang Sejak Usia Pemula

KENDARI — Setiap atlet hebat selalu berawal dari gerakan-gerakan sederhana yang dilakukan berulang kali. Begitu pula dalam olahraga renang. Sebelum berbicara tentang kecepatan, prestasi, dan kompetisi, seorang atlet pemula harus terlebih dahulu memiliki teknik dasar yang benar. Kesadaran tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) melalui program “Peningkatan Teknik Dasar Renang Atlet Pemula melalui Latihan Rutin Terarah di Family Swimming Club Kendari.”

Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli 2026 di Family Swimming Club Kendari. Program ini diarahkan untuk membantu atlet pemula membangun fondasi teknik renang yang baik melalui latihan yang teratur, bertahap, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing atlet. Bagi atlet pemula, kemampuan berenang tidak hanya ditentukan oleh keberanian masuk ke dalam air. Penguasaan posisi tubuh, teknik pernapasan, gerakan kaki, gerakan tangan, koordinasi, serta kemampuan melakukan gerakan secara efisien merupakan bagian penting yang harus dibangun sejak awal.

Ketua kegiatan, La Ode Muammar Kadas Hidayat, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa pembinaan atlet renang harus dimulai dari fondasi yang kuat.

“Atlet pemula tidak boleh terburu-buru mengejar kecepatan. Yang harus dibangun terlebih dahulu adalah teknik yang benar. Ketika teknik sudah baik, kemampuan fisik dan kecepatan akan lebih mudah dikembangkan,” ujar La Ode Muammar Kadas Hidayat.

Menurutnya, latihan yang dilakukan secara rutin dan terarah memberikan kesempatan kepada atlet untuk memahami gerakan sekaligus memperbaiki kesalahan secara bertahap. Pengulangan gerakan menjadi bagian penting dalam membentuk keterampilan sehingga teknik yang benar dapat menjadi kebiasaan.

Bukan Sekadar Bisa Berenang

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan atlet untuk bergerak di dalam air. Lebih dari itu, latihan diarahkan untuk membangun pemahaman bahwa teknik renang yang baik membutuhkan koordinasi seluruh anggota tubuh. Atlet mendapatkan pendampingan dalam beberapa teknik dasar, antara lain posisi tubuh, teknik meluncur, gerakan kaki, gerakan tangan, teknik pernapasan, dan koordinasi gerakan. Setiap gerakan dilakukan secara bertahap. Atlet diberikan kesempatan untuk mencoba, melakukan pengulangan, menerima koreksi, kemudian mencoba kembali hingga gerakan menjadi lebih baik.

Pendekatan seperti ini penting karena setiap atlet memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Atlet pemula membutuhkan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan hasil, tetapi juga memberikan ruang untuk belajar dari kesalahan. Dalam suasana latihan yang aktif dan komunikatif, para atlet didorong untuk berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan. Setiap perkembangan kecil menjadi bagian dari proses menuju keterampilan yang lebih baik. Dr. Badaruddin, S.Pd., M.Pd dan Laode Muhammad Junarlin S, S.Pd., M.Pd turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Kehadiran tim dosen memberikan penguatan terhadap aspek pembinaan olahraga, khususnya penerapan latihan yang sesuai dengan karakteristik atlet pemula.

Membangun Disiplin dari Kolam Renang

Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya konsistensi. Kemampuan atlet tidak akan berkembang secara maksimal jika latihan dilakukan secara tidak teratur. Latihan rutin bukan hanya membantu meningkatkan keterampilan fisik, tetapi juga membentuk karakter atlet. Datang tepat waktu, mengikuti instruksi, melakukan gerakan secara disiplin, menghargai pelatih dan rekan latihan, serta memiliki kemauan untuk terus memperbaiki diri merupakan bagian dari proses pembentukan atlet yang berkarakter. Dengan demikian, kolam renang tidak hanya menjadi tempat untuk melatih tubuh, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, keberanian, kepercayaan diri, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi atlet ketika nantinya memasuki kompetisi dan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Mahasiswa Belajar Langsung dari Lapangan

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa FKIP UHO sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa yang terlibat adalah Kiki Resky Ananda (NIM A1F224073), Sarmilan (NIM A1F224053), Irmayanti (NIM A1F224069), dan Sitti Aisyah Putri Intaningtyas (NIM A1F224055).

Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman nyata dalam proses pembinaan olahraga. Mereka tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga belajar mengamati teknik gerakan, berkomunikasi dengan atlet, memberikan motivasi, serta memahami dinamika pembinaan atlet pemula. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.

Mendorong Pembinaan Atlet Renang Berkelanjutan

Tim pelaksana berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi proses pembinaan atlet di Family Swimming Club Kendari. Penguasaan teknik dasar yang baik diharapkan menjadi fondasi bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan menuju tingkat yang lebih tinggi. Pembinaan atlet, menurut tim, bukanlah proses yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Diperlukan latihan yang konsisten, pendampingan yang tepat, serta lingkungan latihan yang mendukung. Karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya mendorong budaya latihan yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi atlet renang pemula di Kota Kendari.

Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan FKIP Universitas Halu Oleo melalui bidang pendidikan jasmani dan olahraga. Kegiatan “Peningkatan Teknik Dasar Renang Atlet Pemula melalui Latihan Rutin Terarah di Family Swimming Club Kendari” dilaksanakan pada 11 Juli 2026 dan dibiayai melalui dana DIPA FKIP Universitas Halu Oleo.

Melalui program ini, tim berharap para atlet pemula tidak hanya menjadi perenang yang lebih terampil, tetapi juga tumbuh menjadi atlet yang memiliki disiplin, kepercayaan diri, semangat berlatih, dan karakter positif. Sebab, prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi dibangun dari teknik yang benar, latihan yang konsisten, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri. Dari gerakan dasar di kolam renang, menuju mimpi besar di arena prestasi.

Laporan:Edi Junaidi

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *