Ayo Bisa Berenang, Bekali Siswa SD Negeri 89 dengan Kesadaran dan Keterampilan Water Safety

KENDARI — Bermain dan beraktivitas di sekitar air memang menyenangkan, tetapi tanpa pengetahuan keselamatan yang memadai, air juga dapat menjadi sumber bahaya. Kesadaran inilah yang mulai ditanamkan kepada siswa SD Negeri 89 Kendari melalui kegiatan “AYO BISA RENANG: Sosialisasi Water Safety untuk Meningkatkan Kesadaran Risiko Bencana Air.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO). Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya mengenali risiko, mencegah kecelakaan, dan menjaga keselamatan ketika berada di lingkungan perairan.

Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penjelasan, tetapi juga dikemas dengan pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Dengan cara tersebut, pesan keselamatan air diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa.

Ketua kegiatan, Sariul, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa kemampuan berenang seharusnya tidak dipandang hanya sebagai keterampilan olahraga. Lebih dari itu, kemampuan mengenali bahaya dan memahami prinsip keselamatan di air merupakan bagian penting dari keterampilan hidup.
“Anak-anak perlu memahami bahwa berada di sekitar air membutuhkan kewaspadaan. Mereka perlu mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, bagaimana mengenali kondisi yang berbahaya, serta kapan harus meminta bantuan,” ujar Sariul.

Menurutnya, pendidikan water safety penting diberikan sejak usia sekolah dasar karena anak-anak sering berinteraksi dengan berbagai lingkungan perairan, baik kolam renang, sungai, pantai, maupun tempat bermain yang berada di dekat sumber air.

Melalui kegiatan “AYO BISA RENANG”, siswa diperkenalkan pada berbagai prinsip dasar keselamatan air. Materi mencakup pengenalan potensi bahaya di lingkungan perairan, pentingnya pengawasan orang dewasa, perilaku aman ketika berada di sekitar air, serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Pesan utama yang ditekankan kepada siswa adalah bahwa mencegah kecelakaan jauh lebih baik daripada menghadapi akibatnya. Karena itu, siswa didorong untuk tidak bermain atau berenang di tempat yang tidak aman dan tidak berada di lingkungan perairan tanpa pengawasan orang dewasa.

Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman bahwa kemampuan berenang perlu dikembangkan secara bertahap. Siswa tidak hanya didorong untuk mampu bergerak di dalam air, tetapi juga memahami batas kemampuan diri dan mengetahui kapan harus berhenti atau meminta pertolongan.

Anggota tim, Muhammad Zaenal Arwih, S.Pd., M.Kes dan Dr. Asmuddin, S.Pd., M.Pd., AIFO-FIT, turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan. Kehadiran tim dosen dengan kompetensi di bidang pendidikan jasmani, kesehatan, dan olahraga memperkuat aspek edukasi keselamatan dan aktivitas fisik yang diberikan kepada siswa. Tidak hanya dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa FKIP UHO, yaitu Muhammad Nazlan M. (NIM A1F224045), Hamdan Kurniawan (NIM A1F224037), dan Sitti Aisyah Putri Intaningtyas (NIM A1F224055).

Bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekolah. Mereka turut membantu pelaksanaan kegiatan, pendampingan siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, menanamkan Kesadaran Sejak Dini.

Kegiatan water safety di SD Negeri 89 Kendari memiliki pesan yang sederhana tetapi penting: anak-anak perlu mengenal air, tetapi juga harus menghormati risikonya. Keselamatan di air bukan hanya persoalan kemampuan berenang. Seorang anak yang mampu berenang pun tetap dapat menghadapi risiko apabila tidak memahami kondisi lingkungan, batas kemampuan dirinya, maupun prosedur keselamatan.
Karena itu, pendidikan water safety perlu menjadi bagian dari pembelajaran yang berkelanjutan. Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam membangun budaya keselamatan air sejak usia dini.

Tim pelaksana berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SD Negeri 89 Kendari sehingga mereka mampu berperilaku lebih aman ketika berada di sekitar lingkungan perairan. Edukasi yang diberikan juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan teman sebaya sehingga manfaatnya dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. FKIP Universitas Halu Oleo berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, aktivitas fisik, dan keselamatan.
Pelaksanaan kegiatan “AYO BISA RENANG: Sosialisasi Water Safety untuk Meningkatkan Kesadaran Risiko Bencana Air pada Siswa SD Negeri 89 Kendari” tersebut dibiayai melalui dana DIPA FKIP Universitas Halu Oleo.

Pada akhirnya, pesan yang ingin ditanamkan kepada para siswa bukan sekadar “bisa berenang”, tetapi juga “bisa menjaga diri ketika berada di air.” Dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran yang baik, anak-anak diharapkan dapat menikmati aktivitas air secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Laporan:Edi Junaidi

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *