Bupati Irham Kalenggo Resmi Buka Porseni Ranomeeto, Titip Pesan Keras Soal Narkoba

KONAWE SELATAN – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran narkotika yang dinilai mulai mengkhawatirkan seiring pesatnya pertumbuhan Kecamatan Ranomeeto.

Pesan tersebut disampaikan Irham saat membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Ranomeeto dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (7/8/2026), di Lapangan Sorumba, Ranomeeto.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta pemerintah desa dan kelurahan kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan pembukaan Porseni tersebut turut dihadiri jajaran aparat kepolisian dari Polsek Ranomeeto dan Polres Kendari, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ranomeeto. Kehadiran unsur keamanan dan pemerintahan tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan masyarakat.

Menurut Irham, perkembangan Ranomeeto yang semakin pesat dan telah tumbuh sebagai kawasan perkotaan kecil membawa konsekuensi terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk potensi meningkatnya gangguan keamanan dan peredaran narkotika.

“Akhir-akhir ini Kecamatan Ranomeeto sudah menjadi sebuah kota kecil seiring dengan pertumbuhan penduduk. Tingkat kejahatan juga mulai naik. Kita biasa mendengar dalam setiap diskusi bahwa sudah banyak narkotika yang beredar di daerah kita ini,” kata Irham.

Ia menegaskan, persoalan keamanan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian. Keterbatasan jumlah personel dengan luas wilayah pengamanan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah di tingkat desa maupun kelurahan.

“Kita tidak bisa berharap penuh kepada Polsek. Anggotanya mungkin hanya lebih dari 20 orang, sementara wilayah yang harus diamankan cukup besar. Karena itu saya minta teman-teman kepala desa, kita mulai aktifkan kembali Siskamling untuk mengontrol dan menjaga lingkungan kita supaya tetap aman,” tegasnya.

Irham juga menyinggung persoalan penerangan jalan di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan akibat pencurian kabel. Menurutnya, keamanan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama dengan membangun kepedulian mulai dari tingkat masyarakat. Selain mengingatkan bahaya narkotika dan pentingnya keamanan lingkungan, Irham memberikan perhatian serius terhadap masa depan generasi muda, khususnya para pelajar yang mengikuti pembukaan Porseni.

Ia meminta para siswa terus mengasah kemampuan akademik dan kecerdasan agar mampu bersaing masuk ke SMA Garuda, program sekolah unggulan yang diharapkan mampu mencetak generasi berdaya saing global. Irham menyampaikan, Konawe Selatan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program pembangunan SMA Garuda secara nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini Konawe Selatan mendapatkan program nasional dari Bapak Presiden, yaitu sekolah unggul SMA Garuda yang ada di Kecamatan Konda. Tahun ini hanya dibangun empat, yakni satu di Bangka Belitung, satu di Kalimantan Utara tepatnya di Bulungan, satu di Konawe Selatan, dan satu di NTT,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan SMA Garuda di Konawe Selatan merupakan peluang besar bagi putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.

“Sekolah ini adalah sekolah unggulan yang diharapkan alumninya mampu menembus 100 perguruan tinggi terbaik dunia. Oleh karena itu, saya berpesan kepada anak-anakku, ayo asah otakmu, kemampuanmu, untuk bisa bersaing masuk di sekolah unggul Garuda,” ujarnya.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada para guru. Irham meminta tenaga pendidik mulai jenjang SD hingga SMP mempersiapkan peserta didik secara serius agar mampu menghadapi persaingan.

“Anak-anak ini tergantung dari kalian. Kalau guru-gurunya berkualitas dan mampu memberikan yang terbaik, Insyaallah anak-anak kita akan mampu bersaing,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari 76 siswa yang diterima di SMA Garuda tahun ini, baru tiga orang yang berasal dari Konawe Selatan. Kondisi tersebut, kata Irham, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah dan seluruh tenaga pendidik agar semakin banyak putra-putri Konawe Selatan yang mampu lolos pada seleksi berikutnya.

“Kita mengharapkan ke depan anak-anak kita lebih banyak lagi yang bisa masuk di sekolah unggul Garuda. Karena sekolah itu ada di Konawe Selatan. Sebagai pimpinan daerah, tentu saya malu kalau sampai anak-anak kita tidak mampu bersaing. Tetapi ini semua tidak akan cukup tanpa kerja keras kita,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana memperkuat persatuan, kebersamaan dan semangat kebangsaan.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

“Alhamdulillah, patut kita bersyukur. Delapan puluh satu tahun yang lalu kita tidak pernah ikut berjuang, kita tidak pernah ikut berdarah-darah, tetapi hari ini kita menikmati kemerdekaan itu,” tuturnya.

Karena itu, rasa syukur atas kemerdekaan, menurut Irham, harus diwujudkan melalui kegiatan positif yang mampu mempererat hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat.

“Bagaimana rasa syukur itu kita wujudkan? Kita wujudkan dalam bentuk doa, kita wujudkan dalam bentuk memperingati dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif untuk kebersamaan kita,” katanya.
Ia pun mengingatkan para peserta Porseni agar tidak menjadikan pertandingan sebagai ajang permusuhan maupun persaingan yang berujung pada perpecahan.

“Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni ini salah satu instrumen dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Ingat, memeriahkan, ini bukan Piala Dunia. Kalau Piala Dunia lain modelnya, semua orang pasang badan. Tetapi ini dalam rangka memeriahkan, maka laksanakan kegiatan itu dengan penuh kebersamaan, kekeluargaan dan jiwa patriotisme,” ujar Irham.
Menurutnya, kompetisi tetap penting untuk membangun semangat berprestasi, tetapi harus ditempatkan dalam bingkai persaudaraan.

“Di sini tidak boleh ada kegiatan yang kemudian menimbulkan perpecahan. Justru dengan kita menyambut hari kemerdekaan ini, mari kita teguhkan persatuan kita, kita kokohkan semangat Indonesia kita bahwa NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Irham kemudian mengajak seluruh masyarakat Ranomeeto bersama-sama membangun daerah mulai dari lingkungan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan membangun daerah ini, membangun bangsa ini. Kita mulai dari Ranomeeto untuk Konawe Selatan, untuk Sulawesi Tenggara dan untuk Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Porseni Kecamatan Ranomeeto, H. Riri, dalam laporannya menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai cabang olahraga dan seni yang akan diikuti peserta dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Ranomeeto.
Sejumlah cabang yang dipertandingkan dan dilombakan antara lain sepak bola, bola voli, bulu tangkis, senam, lomba membaca surat-surat pendek, puisi serta sejumlah kegiatan lainnya.

“Untuk memeriahkan kegiatan ini, kami telah menyiapkan sejumlah cabang olahraga dan seni, di antaranya sepak bola, bola voli, bulu tangkis, senam, lomba baca surat pendek, puisi dan beberapa kegiatan lainnya,” kata H. Riri.

Ia menjelaskan, pembiayaan kegiatan Porseni dihimpun melalui dukungan para aparatur sipil negara (ASN) lingkup Kecamatan Ranomeeto serta pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan se-Kecamatan Ranomeeto. Pembukaan Porseni diawali dengan defile peserta yang diikuti perwakilan seluruh desa dan kelurahan, sekretariat kecamatan, puskesmas hingga organisasi masyarakat Tamalaki.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan Ranomeeto dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pertandingan sepak bola ekshibisi yang mempertemukan Garuda Satu versus FISIP Universitas Halu Oleo (UHO).

Melalui pelaksanaan Porseni ini, Pemerintah Kecamatan Ranomeeto diharapkan tidak hanya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga sebagai ruang mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, mendorong prestasi generasi muda, serta membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkotika.

Laporan:Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *