SD Negeri 3 Lainea Gandeng UHO Gelar Pelatihan dan Festival Olahraga Tradisional, Lestarikan Kearifan Lokal

LAINEA— Upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda terus dilakukan oleh SD Negeri 3 Lainea. Bekerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO), sekolah tersebut menggelar pelatihan dan festival olahraga tradisional sebagai wadah edukasi, rekreasi, sekaligus pelestarian budaya daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/08/2026) itu mendapat antusiasme dari para siswa. Beragam aktivitas olahraga dan permainan tradisional diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

Demikian disampaikan Kepala SD Negeri 3 Lainea, Julianti, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan budaya yang penting bagi perkembangan karakter anak.

Menurutnya, permainan tradisional mengajarkan berbagai nilai positif, seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, keberanian, serta kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal olahraga modern, tetapi juga mengetahui dan mencintai permainan tradisional yang merupakan bagian dari kearifan lokal kita,” ujar Julianti.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Universitas Halu Oleo menjadi langkah positif dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual bagi siswa. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

Festival olahraga tradisional ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk berinteraksi, bermain, dan belajar secara langsung dalam suasana yang penuh kegembiraan. Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan siswa dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Julianti berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga olahraga dan permainan tradisional tidak sekadar menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

“Harapan kami, anak-anak menjadi generasi yang sehat, aktif, mencintai budaya daerah, dan ikut menjaga warisan kearifan lokal agar tetap lestari,” pungkasnya.

Kolaborasi SD Negeri 3 Lainea dan Universitas Halu Oleo tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui dunia pendidikan. Dengan memperkenalkan olahraga tradisional sejak usia sekolah dasar, nilai-nilai budaya dan kearifan lokal diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Laporan:Edi Junaidi

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *