Konawe Selatan – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Halu Oleo melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar melalui Pelatihan dan Festival Olahraga Tradisional Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan yang dimulai pada tanggal 25–26 Juli 2026 di SD Negeri 3 Lainea. Program ini bertujuan meningkatkan aktivitas fisik siswa sekaligus melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,Senin (03/08/26).

Kegiatan ini dipimpin oleh Marsuna, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Halu Oleo sebagai Ketua Tim. Pelaksanaan program merupakan hasil kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi, dengan anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.Kes. dari Universitas Halu Oleo dan Dr. Alimin Alwi, S.Sos., M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antarinstitusi dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan dasar.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti pelatihan dan festival empat cabang olahraga tradisional, yaitu egrang, lari balok, terompah panjang, dan benteng. Permainan egrang melatih keseimbangan, keberanian, dan konsentrasi. Lari balok meningkatkan koordinasi gerak dan ketangkasan, sedangkan terompah panjang menumbuhkan kekompakan, komunikasi, dan kerja sama antarpeserta. Permainan benteng mengembangkan strategi, kecepatan, kelincahan, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Melalui aktivitas tersebut, siswa tidak hanya memperoleh manfaat kebugaran jasmani, tetapi juga belajar menghargai nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai sejarah dan makna olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa, dilanjutkan demonstrasi teknik dasar, praktik secara berkelompok, pendampingan oleh tim pelaksana, hingga festival olahraga tradisional sebagai puncak kegiatan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti seluruh sesi, sementara guru turut berpartisipasi dalam memberikan pendampingan dan motivasi kepada siswa.
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Tim PkM, Marsuna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan yang berakar pada budaya lokal.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai pendidikan yang sangat tinggi. Selain meningkatkan kebugaran jasmani, permainan tradisional mampu membentuk karakter disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, dan kepemimpinan. Kolaborasi antara Universitas Halu Oleo dan Universitas Negeri Makassar diharapkan dapat menghasilkan inovasi pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat serta mendukung pelestarian budaya Indonesia, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala SD Negeri 3 Lainea, Julianti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang memberikan pengalaman belajar baru bagi peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Universitas Halu Oleo yang berkolaborasi dengan Universitas Negeri Makassar atas pelaksanaan kegiatan ini. Anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan festival. Program ini tidak hanya meningkatkan aktivitas fisik siswa, tetapi juga mengenalkan kembali olahraga tradisional yang sarat dengan nilai budaya, kerja sama, disiplin, dan sportivitas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah.”
“dan melalui kegiatan ini diharapkan olahraga tradisional dapat terus dilestarikan dan diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah dasar sehingga mampu membentuk generasi yang sehat, aktif, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dibiayai oleh: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Program Pengabdian kepada Masyarakat sesuai dengan Kontrak Pelaksanaan Program BOPTN Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Laporan:Edi Junaidi






