Konawe Selatan-Dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 11 Konawe Selatan (Konsel) semakin menguat. Temuan ini mencuat berdasarkan hasil investigasi lapangan serta aduan masyarakat Kecamatan Lainea yang menyoroti buruknya kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Ironisnya, di tengah kucuran anggaran dana BOS yang seharusnya digunakan untuk menunjang operasional dan pemeliharaan fasilitas pendidikan, kondisi fisik sekolah justru terlihat terbengkalai.
Dari hasil penelusuran di lapangan, sejumlah fasilitas vital ditemukan dalam kondisi rusak parah dan tidak tersentuh perbaikan. Salah satu yang paling mencolok adalah plafon bangunan sekolah yang mengalami kerusakan serius dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait ke mana sebenarnya aliran dana BOS yang diterima pihak sekolah selama ini.
Ketua L-KPK Konawe Selatan Yusdar mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dan menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan penggunaan anggaran.
“Dari hasil investigasi kami, diduga kuat kepala sekolah SMP Negeri 11 Konsel menggunakan anggaran dana BOS untuk kepentingan pribadi, sebab jika melihat data yang kami miliki anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah setiap tahun ada pos anggarannya dan nilainya pun pantastik,” tegasnya kepada media ini, Jumat (12/06/26).
Menurutnya, jika dana BOS dikelola secara transparan dan sesuai peruntukan, kondisi sekolah tidak akan sampai pada tahap yang memprihatinkan seperti saat ini.
Lebih lanjut, ia menilai adanya unsur pembiaran terhadap kerusakan fasilitas sekolah yang seharusnya menjadi prioritas dalam penggunaan anggaran.
“Kerusakan seperti plafon ini bukan hal kecil. Ini menyangkut keselamatan. Seharusnya ada tindakan cepat melalui dana pemeliharaan, bukan justru dibiarkan,” tambahnya.
Bang Yus Akraf Disafa, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan praktik tersebut.
“Ini bukan lagi dugaan biasa, ini sudah masuk kategori serius. Kami akan segera melaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Konawe Selatan, agar kepala sekolah segera diperiksa,” tegasnya.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit dan penyelidikan terhadap penggunaan dana BOS di SMP Negeri 11 Konsel.
“Jangan sampai dana pendidikan yang seharusnya untuk kepentingan siswa justru disalahgunakan. Ini menyangkut masa depan generasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 11 Konawe Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.
Laporan:Tim/Red






