Jakarta — Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di Jakarta (Selasa, 19 Mei 2026).
Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka berkonsultasi sekaligus mendapatkan panduan resmi demi mematangkan persiapan Simposium Asta Cita 2026.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mengingat agenda besar institusi perguruan tinggi Islam swasta asal Sulawesi Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober yang akan datang. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa koordinasi ini sangat krusial agar pelaksanaan simposium kelak selaras dengan arah kebijakan nasional.
Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengawal isu-isu strategis dalam program Asta Cita melalui mimbar akademik yang inklusif. Menurutnya, panduan dari Kementerian Sekretariat Negara akan menjadi kompas utama bagi panitia dalam menyusun substansi acara agar memberikan dampak konkret bagi pembangunan bangsa.
Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan harapannya secara langsung di sela-sela pertemuan dengan pejabat kementerian. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian Simposium Asta Cita 2026 ini berjalan sesuai dengan regulasi dan protokol yang berlaku di tingkat pusat,” ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta.
Lebih lanjut, pihak kampus berharap agar simposium ini tidak sekadar menjadi forum diskusi ilmiah biasa, melainkan mampu melahirkan naskah akademik yang aplikatif. Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa keterlibatan kementerian terkait akan memperkuat bobot akademis dan legitimasi dari rekomendasi yang dihasilkan nantinya.
“Oleh karena itu, asistensi dari Kemensetneg sejak dini sangat kami butuhkan agar tidak ada miskonsepsi dalam menerjemahkan poin-poin strategis Asta Cita,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.
Melalui kunjungan ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap pelaksanaan Simposium Asta Cita 2026 pada Oktober mendatang dapat berjalan sukses. Kemitraan antara dunia akademik dan birokrasi pemerintahan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi gagasan strategis menjadi kebijakan yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
Laporan:Red






