Konawe Selatan, 11 Mei 2026-Ratusan kendaraan roda empat yang tergabung dalam Konsorsium Sopir Konawe Selatan Bersatu menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagai bentuk protes atas ketiadaan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU Potoro.
Aksi tersebut dipicu oleh kelangkaan solar yang dinilai telah berdampak signifikan terhadap aktivitas para sopir angkutan barang serta sektor pertanian. Distribusi hasil pertanian dan operasional di persawahan dilaporkan mengalami hambatan akibat terbatasnya ketersediaan BBM jenis solar.
Penanggung jawab aksi, Yusdar, menyampaikan bahwa kondisi ini tidak hanya merugikan para sopir, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya petani.
“Solar bukan sekadar bahan bakar, melainkan penopang utama perputaran ekonomi keluarga. Ketidak tersediaannya telah mengganggu aktivitas produktif masyarakat,” ujar Yusdar dalam keterangannya.
Ia menambahkan, apabila kondisi ini tidak segera mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan maupun DPRD, maka hal tersebut berpotensi memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak DPRD Konawe Selatan untuk segera memanggil Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna memberikan penjelasan terkait ketiadaan solar subsidi di SPBU Potoro. Selain itu, mereka juga menuntut adanya penetapan kuota BBM jenis solar subsidi secara jelas dan terukur untuk wilayah tersebut.
Menanggapi aksi tersebut, DPRD Konawe Selatan menerima aspirasi yang disampaikan oleh massa. DPRD juga berkomitmen untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak-pihak terkait.
RDP dijadwalkan akan dilaksanakan pada 18 Mei 2026 dengan melibatkan unsur pemerintah, BPH Migas, serta perwakilan sopir dan masyarakat terdampak.
Konsorsium Sopir Konawe Selatan Bersatu berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM solar subsidi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Laporan: Tim Red






